jatuh gila

Ini perihal secangkir kopi yang entah kapan 
Kupesan di kotakata bibirmu 
Kuteguk hangat menyesap gelap kedalaman itu 
Pelan-pelan jauh semakin 
Wajahmu menyala kubawa pulang: manggung di mata 
Memicu gelisah deru detak jantung tembok kamar melupa arah 

Wahai, kusebut pantas apakah perayaan yang bergejolak ini?
Sebelum tidur, sesudah cahaya membelah dirinya kembali 
Aku seperti jauh waras sendiri 
Nun gila sendiri 
Kepadamu yang barangkali 




0 komentar: