demi puisi

Demi puisi, maaf saya sibuk berkelahi melawan sepi 

Sepi yang ramai 
Bergemuruh di dunia dalam kepala 
Mulai memecut 
Melecut 
Semakin matang saja itu kata-kata bergelut: 
Buk-buk-buk, sini kau pengecut!






0 komentar: