siang mengajariku mengatakan jelas bukan

Sudah siang 
Terik pun lantang 
Bubarkan langit-langit yang pernah romantis 
Peluk cium kita entah tidur di nisan mana? 

Oh perempuan 
Tinggal saja kau di sisa hening hitam rambutku 
Merawat ingatan-ingatan yang semakin muda 
Namun patah belaka di ujung matamu sendiri 

Berdiamlah di daun-daun siap jatuh 
Sungguh yang kau sangkarkan paling jantung 
Telah menjelma lagu-lagu di pasar burung 
Sedikit merdu, banyak begitu gaduh 

Lantas perihal menyelam menantang kedalaman laut masa lalu 
Aku tak ikut, sebab yang pandai berenang 
Jelas itu bukan milik dendam rinduku 
Jelas, bukan  








4 komentar:

soulful^^~ mengatakan...

Bang Andriiii, uda lama gak menengok blog ini kok aku semakin susah memahami puisimu yaa? :p
Ajariiiinn >___<

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ soulful : hahaha...ajarin opo toh ras?

soulful^^~ mengatakan...

Bikin puisi yg misterius gini, yg mengandung kode-kode rahasia :p

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ soulful : hehehe...bnyk baca buku puisi ajh ras :-D