penjual kembang api

Aku menemu cemas di muka pasar
Mengaris-garis keras kening lelaki yang mulai petang 

Yang di mulutnya panggung usai didirikan dan belum dikerumuni sesak tangis bocah-bocah 

Lihat! 

Lidah dia punya enggan sunyi 
Melulu meliuk berapi-api oleh kembang-kembang cahaya 
Yang katanya sanggup menjatuhkan cemburu bintang-bintang sesaat 

Dan sewaktu heranku merayap mendekat 

Senyumnya lantas menjamu hangat: 
"25 ribu, sayang anak, sayang anak ."






2 komentar:

Riesna Kurnia mengatakan...

ini sederhana sih, keren, coba kalo dibikin filosofis harusnya jadi lebih keren lagi. :D

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Na : hehe...blm bisa bikin yg seperti itu car :-*