sekedar gema

Suara-suaraku seakan bertandang jauh ke rumah tak berpenghuni
Dijamu dinding-dinding, gantikan kekasih suatu hari p
un piawai akan ilmu tiru-meniru suara-suara 

"Kali ini, tinggalkan lantang nun di teras rumah!" 

Imbuh telingaku sebelum belaka merah murka oleh apa-apa yang selesai kumulutkan 


Dia pergi, benar sudah dampingi
Namun lupa mengemas telinga 

Kita, boleh jadi saling benar dalam diam paling jurang sepertinya 



6 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

gambarnya serem amat. btw, met tahun baru ya...

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : emng serem tp seremnya sih sedikit mbak hehe, btw sama2 yh met thn baru jg :-D

Riesna Kurnia mengatakan...

iya, pacar.. iya.. :*

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Na : nah gitu dnk :-D

Ruri mengatakan...

puisi yang terasa sepi... *begitu tahu saya ngga akan digigit kalau berkomentar di sini,jadi berani nulis komen deh... hehehe*

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Ruri : hahaha nggak digigit karena gigi palsu pesanan saya belum diantar.