yang terjadi setelah pukul satu

Matamu mendamprat fasih punggung rembulan sewaktu belum habis tinta melautkan kata selamanya 
Hujan itu, kini tak lagi tercekik sadis senyuman-senyuman 
Mereka paham lelaku jatuh 
Paham merawat nyeri yang api 

"Di mana pagi, pintu paling biru dimulakan?", Tanyamu 

Sebelum benar kujawab  
Kutarik saja dukamu jauh 
Jauh ke dalam teduh hutan pinus dadaku 
Di mana, pagi yang dimaksud 
Tumbuh kembang dari situ 




note : judul diberikan oleh Na