menakluk sesuatu yang disebut jauh

Ini tentang kemarin 
Sewaktu di luar jendela 
Hujan pohon mahoni dan jati kian belaka menguyur mata 
Matahari ditelan, dimuntahkan jarak yang menggulung-gulung pinggang 

Ini nekat, begitu lebih dari sekedar tekad 
Jatuh bulat pada kotamu, aku menyebutnya telah menakluk sesuatu yang disebut, jauh  

Seketikanya, sewaktu lekuk tubuh rindu masing-masing 
Leluasa berguguran di ranjang redup cahaya 
Sejenak, kecupan kita saling membenarkan, saling membahasakan 
Bahwa jarak pada akhirnya akan binasa oleh kita 

Begitulah