selamat ulang tahun, sayang

Kepadamu aku menuju
Menaruh entah ke berapa kali 
Kecupan itu akan diletakan, dihentikan

Di malam dini
Ketika yang tak terhingga
Sibuk bertukar peluh bersama kesenangannya masing-masing

Diam-diam, jauh dari gaduh, jauh di jantung hati
Luar biasamu kuhebatkan penuh sungguh
Tumbuh membumbung menusuk langit
Semarak dalam cerlang harapan di musim-musim yang hendak menantang 

Sebentar lagi, segala ini terjebak dengan nama kenangan 
Kau, melulu terperanjat di puncak doa-doa, kujadikan pemenang 

Oh, kasih 
Meski peluk tak kunjung sampai 
Merenggut adamu yang kian digoda sunyi 
Detik ini, cinta tidak kemana-mana 
Merindu ia dengan selamat 
Rebah kepadamu hanyalah 


"Selamat ulang tahun, sayang 
Semoga segala yang baik 
Jatuh sempurna di segalamu yang penuh baik"


Salam
Kekasihmu 





Kuis karenaseptemberituceria 1

merapal rindu dengan sederhana

Sudah larut, pun gulita masuki rimbanya semakin ke tengah. Dalam kepala, siapa sangka itu wajah paling ranum, terjaga penuh usai runtuhnya jaya senjakala pada semesta. 

Kamu. Lagi-lagi melulu merupa itu. Telak jatuh diapapun terbilang aku. Mendesak mulut menghentak lidah. Sejenak merapal rindu dengan sederhana. Setidaknya, itu saja.



di balik jendela angkutan kota


Di matamu, di mataku. Kadang kita tergesa sebut itu saling menyambut. Dari dalam sini belaka memang: satu-satu tumbuh, bias, pun hilang luruh. Dan ketika aku melaju, menderu dipaksa demikian itu. Sudahlah. Anggap segala ini, sekedar puisi tumpah dan kita tak saling benar mengenal.

Sekian.





sederhana saja

Sederhana saja, 

"Di manakah puisi?"

"Di adamu kukatakan saja."