aku mau secangkir lagi

Dalam riuh yang hendak bertumpuk-tumpuk 
Perjalanan tengah hari kemarin membuat bibirku basah, lidahku apalagi 
Tergelincir belaka dalam genangan hitam yang katanya secara keras 
Ingin sampai kepada kelak pemburu akan nikmatnya di kota-kota 

Di hangat Excelsa itu, di rasa yang penuh penjabaran itu 
Aku serasa jauh sampai di telak pelukan perkebunan dalam hujan ceritamu 

Kalibendo 
Ternyata sebelum kaki tersesat belaka dalam rencana perjalanan penculikan termanis 
Lidahku lebih dulu benar-benar dekat menusuk sudah

"sepertinya aku mau secangkir lagi" 




jangan tanya tentang mengapa

Anggap saja kuberitahu kau 

Malam terjaga akan usia mudanya 
Menghijau dalam sunyi paling jurang 
Memukul telak kelopak mata yang selain ini 
Hingga aku, selimutku melulu lagi bertengkar 

Sudah-sudah, jangan tanya tentang mengapa
Sebab itu telah habis dibakar mulutku 
Sedang kau paham betul ini semua tentang mengapa  
Dihendak siapa