sejoli

hujan itu

Hujan itu..."k-a-m-u"
Melulu menyusur dadaku yang bumi
 
Jika tak sekarang, pastilah kelak


puisi kemarin malam

Malam jauh menderas 
Pada gulita semakin menukik 
Sebentar saja habis luntur pun membiru 

Gusarku berkelebat 
"Di mana kantukku?"

Sebelum terjawab
Itu wajah, hadir pertama 
Belum jera, kamu mencuri habis itu