yang terjadi setelah pukul satu

Matamu mendamprat fasih punggung rembulan sewaktu belum habis tinta melautkan kata selamanya 
Hujan itu, kini tak lagi tercekik sadis senyuman-senyuman 
Mereka paham lelaku jatuh 
Paham merawat nyeri yang api 

"Di mana pagi, pintu paling biru dimulakan?", Tanyamu 

Sebelum benar kujawab  
Kutarik saja dukamu jauh 
Jauh ke dalam teduh hutan pinus dadaku 
Di mana, pagi yang dimaksud 
Tumbuh kembang dari situ 




note : judul diberikan oleh Na


10 komentar:

IrmaSenja mengatakan...

Indahnya, terlebih jika memiliki sang pemberi inspirasi ya pak ;)

ghost writer mengatakan...

so romantic

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Irma Senja : hehehe...ya begitulah bu guru :-D

@ Ghost Writer : terima kasih bro :-D

Riesna Kurnia mengatakan...

judulnya bagus! :p

Mardita Tri Anggraini mengatakan...

Nice :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Na : kan kamu yg kasih judul :-*

@ Mardita Tri Anggraini : terima kasih :-D

Ninda mengatakan...

superbsweet :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Ninda : terima kasih nind :-D

Muhamad Firmansyah mengatakan...

Pagi tak ada batas yang pasti. Karena pagi milik orang yang bersemangat tinggi :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Muhammad Firmansyah : kalau begitu, semangat terus untuk kita semua :-D