cinta dan lelakimu

Masih membicarakan perkara sesak 
Corong biduan negeri kanguru itu kian meruncing 
Mematuk-matuk tengah dada, melubang di tempat yang itu-itu saja, hatimu 

Pilu, ngilu 

Belaka dua kata disungkurkan berulang-ulang 
Gaungkan sekelumit kisah dua sejoli yang sedang dipentaskan kala

Di cangkir ini, akhirnya kuputuskan langit malam terendam kembali 
Sebab katanya, sungai-sungai di ujung mata belum tersentuh kemarau 
Masih menjadi bah menenggelamkan segala 

Satu jam, dua jam, tiga jam, hingga tersebut entah 

Dan semacam mencari ketiak ular 
Menurutku, cinta dan lelakimu tak terlukis dalam puisi lengkung pelangi manapun 
Pada wajahmu, pada hidupmu 







4 komentar:

ghost writer mengatakan...

sesukar itu, sobat.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ ghost writer : dalam fiksi ini sih, begitulah sukar itu diceritakan. :-D

Muhamad Firmansyah mengatakan...

Pilu... Ngilu... ah mungkin berarti RINDU.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Muhammad Firmansyah : rindu akan sesuatu ngilu yg pilu.