belum terpikir judul

Langit perlahan melebam
Di wajahnya, laut bercermin bertukar murung
Memulangkan riuh 
Memulakan sunyi
Menyulam rapat-rapat itu rongga cahaya 
Menghukum segala apapun menunjuk dada

Oalah, semestaku
Mendadak semburat akan wajah-wajah menggigil kini kutipu lagi sendiri 
Dan sesak yang ditetapkan pasrah sudah digoda jarak yang terkutuk

Sayangku, menujumu semoga aku tak pernah kalah





15 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

nih kuberi judul deh. judul2an hehehe

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : hahaha...bisa saja nih mbak fanny. :-D

zasachi mengatakan...

Apalah arti sebuah judul :p

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ zasachi : hehe...benar jg yh mbak, apalah arti sebuah judul :-D

Riesna Kurnia mengatakan...

Menujumu, semoga aku tak pernah kalah.

kalimat paling aku suka dari semua puisimu.. :*

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ na : aih sungguhkah itu ? #terharu

Riesna Kurnia mengatakan...

selamat tanggal 5, Sayang..
Tujuh Purnamanya ditunggu dulu yah... :*

ghost writer mengatakan...

sejauh manapun, perjalanan menujunya adalah perjuangan. perjuangan hati.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ na : terima kasih utk tujuh purnamanya yh :-*

@ ghost writer : dan semoga saya sampai di tujuan yg dimaksud.

dini kannia wulandari mengatakan...

sangat manis :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ dini kannia wulandari : terima kasih :-D

Muhamad Firmansyah mengatakan...

Judulnya Selalu Menang karena tak pernah kalah. hehe

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Muhammad Firmansyah : Sebab judul meski tak sempat diberi nama, ia selalu tak pernah mau ditinggalkan.

latifa amalia sagitta syahril mengatakan...

Kasih judul dong, om.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Latifa : nah itukan udah ada judulnya peh :-D