di balik jendela angkutan kota


Di matamu, di mataku. Kadang kita tergesa sebut itu saling menyambut. Dari dalam sini belaka memang: satu-satu tumbuh, bias, pun hilang luruh. Dan ketika aku melaju, menderu dipaksa demikian itu. Sudahlah. Anggap segala ini, sekedar puisi tumpah dan kita tak saling benar mengenal.

Sekian.





2 komentar:

Outbound Malang mengatakan...

salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ outbond malang : terima kasih utk kunjungan dan kata2 motivasiny gan :-D