kita tak pernah selesai

Hujan jatuh malam luruh 
Tersedu telak akan pilu rindu 
Mengetuk-ngetuk perlahan 
Kening itu diam-diam selalu tujuan 

Aku mengenang 
Betapa indah kita yang tak pernah selesai 
Meski jauh sudah bosan kubahasakan 
Kita, entah dimulai-Nya lagi kapan?



8 komentar:

Flying Butterfly mengatakan...

Dia kembali akan mengulangnya
Kala Malam terlupa luruh
Dan hujan di siang hari jatuh
Lalu pelangi dilangit berlabuh
Setelahnya.... dimulai-Nya....

Senja mengatakan...

Bahasamu semakin tinggi pak guru,saya sampai harus berpikir keras mencerna tulisan ini ^^

apa kabar penyair ?

:)

La Arul mengatakan...

tulisan yang indah mas....

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ flying butterfly : dia itu saya. hehehe...komentar yg indah, jempol 4 utk anda :-D

@ senja : hehehe...bisa ajh nih bu guru, sepertiny tdk ada yg tinggi kok...btw kbr saya alhmdlh baik, bagaimana dgnmu bu ? :-D

@ la arul : terima kasih arul :-D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah keren..hujan jatuh bikin basah dong. hehee

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis bercerita : kuyup malahan mbak...hehehe :-D

dweedy mengatakan...

Hujan jatuh lagi.
Kita berdua pada suatu senja yang basah.
berdua...
hanya kita...

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ dweedy : hanya kita, melebur dalam peluk yang disementarakan.

trm ksh sdh mampir :-D