kepala saya penuh

Kepala saya penuh
Mungkin butuh percakapan seberat kapas 
Jangan lupa tumpahkan saja itu jus jeruk di wajah langit
Lalu letakan secangkir kopi tanpa senyum yang dibuat-buat

Ah, ini hari serasa mesti kutumbukan penat yang beranak pinak

Dan pundak itu
Apakah masih belaka untuk pancarobaku? 
Sedang di sana bangku sudah ingin habis terisi

Habis, ingin 




3 komentar:

IrmaSenja mengatakan...

tulisanmu kali ini membuat aku byk berfikir pak guru.

jgn biarkan terlalu penuh, sisakan sedikit ruang untuk sekedar mengingat kenangan manis dan lagu2 romantis :D

* apa kabar pa k guru ? kangen membaca tulisanmu...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kalo penuh dituangin aja ke gelas hehhee

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ irma senja : alhmdlh kbr baik bu guru, lalu bagaimana dgn kbrmu ? :-D

hehehe...lagu romantis dan kenangan manis, ah saya enggan menyentuh ranah itu kembali bu :-D

@ sang cerpenis bercerita : hahahha...bisa ajh nih mbak fanny :-D