puisi kemarin malam

Malam jauh menderas 
Pada gulita semakin menukik 
Sebentar saja habis luntur pun membiru 

Gusarku berkelebat 
"Di mana kantukku?"

Sebelum terjawab
Itu wajah, hadir pertama 
Belum jera, kamu mencuri habis itu 


4 komentar:

Senja mengatakan...

nice poem....

apa kabar pak guru ? baik-baik sajakah ?

salam untuk malam, untuk puisi dan inspirasi yg tak pernah henti ^^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

alhmdlh kbr baik bu guru, btw mana nih oleh2 dr singapurany ? hehehe :-D

soulful^^~ mengatakan...

Hoahm, kantuk pun bisa jadi puisi ya mas Andri :D
good good good ^^d

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ laras : hehehe...biasanya malah dijadiin cemilan ras :-D