kerap

Malam tak sungkan kejam 
Kurung kita di masing-masing kamar 
Sedang rindu, belumlah tuntas
Masih unggun tak surut kobar jingga hasrat menyulut 

Sayang, harus belaka menyergap apapun pada sekitar 
Dari guling, bantal, pun boneka babi merah muda 
Menggantikan bahumu 
Menggantikan dadaku 

Kerap