lejar

Telah malam
Mungkin larut
Jauh, bahkan sangat

Lalu, di mana dia? 
Sedang aku di lajunya
Kutengok sepi mengancam
Tinggalkan bibir kembali perawan

Dalam legap kamar
Dalam galau lagu-lagu
Dalam tubuh sintal sebuah puisi
Sungguh tak kutemukan indah pada nodulus sunyi atas dirinya sendiri
Meski itu, hanya sekadar noktah 


Lalu, malam melenggang
Aku ditinggalkan di sisi kantuk yang enggan mendamprat mata 

Hingga lejar aku sepertinya