di ayodya, aku terselamatkan

Aku di jalan kini di taman, Ayodya tepatnya 
Saban hari mengobral nafas sembarang
Mencarimu tanpa sadar merangkak di ketiak petang
Hingga renta hitam mengental langit percuma tergelincir

Sewaktu diri berkali-kali terhisap taring penat
Kuyup bersimbah kecut peluh pun roboh sejajar pusara hari dengan nama-nama berbeda pula
Perlahan dalam lubuk teguhku kamu meredup 

Kejam sekarat, digusur lain betina tanpa ampun

Sejak itu, aku terselamatkan