bukan kata "yank"


Terkadang bermilenia kata pada kamus
Sungguh bukan "yank" kucari


Kuingin memanggilnya lebih

Lebih, dari yang dirinya pikir


....................................



Ya, itu, panggilan yang indah bukan?



Untuk kamu

Duhai perempuanku seranjang kelak


Itupun bila sudi

kita sudah satu ruang


Kita sudah satu ruang, di kicau denting piano, temaram pula. Meski begitu, terkadang sungkan nampak rimbun. Sehingga sukar berujar bahwa jemari ingin segera berkait. Berdansa kala pesta rindu raya.

Ah, dasar pemalu. Aku malu, kamu malu dan ini rindu kerap terlantar. Kita, hanya saling menukar pandang. Mengusir iblis bergegas pulang, Mampukah?

senjakala

Aku telah meninggalkan siang
Tergopoh-gopoh menuju petang dalam parade redup cahaya
Jingga meradang, meringis cakrawala disesap makhluk bersayap telaga belakang rumah

Pada langit aku bersabda,
"Ini rona langitnya, rona kesukaannya. S
enjakala."

Dan seperti biasa, suaraku tetap bertetanggakan sunyi
Sunyi yang dapat membaca pun mengetahui


andai ia tahu

Malam itu, ketika "kiss the rain" terputar
Rinduku kembali binal
Binal, mengacak-ngacak polos kertas
Menodai putihnya hingga hampir terkatup pelupuk mata


Di sana, di polos kertas itu
Namamu namaku
Berlari kecil saling berkejaran diburu kata rindu
Lalu kembali berpulang pada namamu


Andai ia tahu
Puisi ini tak akan kuselip lagi di balik bantal


aku belum bisa tidur

Seperti biasa aku belum bisa tidur
Di luar hujan, gaduh memukul-mukul atap
Sampai jauh bergetar merasuk jantung

Meresah, merindu
Berderai tak sampai di ujung negeri kedap suara

Ah, andai namamu namaku lulut di ujung tongkat gembala waktu
Hati ini mungkin rampung berdecak akan yang lain

Sadrah
Sadrah
Hanya padamu 




jeloskor

Akhirnya aku mengering 
Tandus, ketika jejak kaki mungil musim penghujan belum menyingkir 

Aku berlari aku berkelok 
Jauh dari pantai mendekap sahara 

Oh, betina, terlalu banyak garam kau melumur pejantan itu 
Hingga mataku ingin menghilang bila memandang