halte

Jingga temaram 
Halte yang lugu
Lalu lalang mesin beroda 
Rintik hujan terakhir 
Hingga kicau penyanyi lusuh 

Ini malam, semua kembali
Mengisi penuh cawan ingatan
Pun tumpah dalam kenangan raya 

Terkecuali, "kita"

"kita" yang kalah   
"kita" yang binasa

Meredup sesak, sendiri-sendiri

Kini 

7 komentar:

Senja mengatakan...

Sunyi,...

jingga selalu temaram bukan ?

# happy new year pak guru :)

Gaphe mengatakan...

duh temaram sekali suasana halte busnya.. hmm

puisi di akhir tahun.
keren!

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ Ibu Guru Irma Senja : happy new year juga utk ibu guru...smg kita semua selalu beruntung...:-D

@ Gaphe : hahaha...puisi di akhir tahun yg ngenes tepatny bro...:-D

alimah mengatakan...

lama tak berkunjung ke sini, aku takjub dengan bait-bait tenatng "Halte". sepertinya di ruang kepalaku juga pernah terlintas tentang ini, tapi belum mampu membuatnya sampai seprti ini.

salam, Alimah

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ alimah : hai mbak alimah, apa kbr ?, hmmm...ternyata pny kenangan dgn "halte" jg yh ? :-D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kenapa harus kalah? hiks...ayo menang dong. majuu..'koment apa iki' hihihi

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ mbak fanny : kan ceritanya emang harus kalah mbak...hahaha #BalasApaAkuIni :-D