kerap

Malam tak sungkan kejam 
Kurung kita di masing-masing kamar 
Sedang rindu, belumlah tuntas
Masih unggun tak surut kobar jingga hasrat menyulut 

Sayang, harus belaka menyergap apapun pada sekitar 
Dari guling, bantal, pun boneka babi merah muda 
Menggantikan bahumu 
Menggantikan dadaku 

Kerap 




7 komentar:

Fairysha mengatakan...

#ngintip malu2 baca 'fiksi sekedar' andri..^^

vmee mengatakan...

sekadar berkisah bahwa malam kerap kejam...

aaa....knapa abis baca ini jd mnggalau?!? ~___~

ckckckck celotehmu kian dalam mzbrow
;D
keep writing \(^O^)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ fairsyha : hahaha...hati2 ntar bintitan loh cha...:-D

@ vmee : hehehe...semoga tdk sedalam sumur yh vmee...:-D

vmee mengatakan...

sayangnya sudah sedalam hati para pencinta malam.....
#komengalau =P

ninda~ mengatakan...

yank.. kenapa yank begitu aneh ya
apa krn erat dengan alay hehehehe *peace

bunavita mengatakan...

ehem, hehe

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ vmee : hahaha...sama dnk, sm2 pencinta malam (tp nggak pake begadang)...#apacoba :-D

@ ninda : wakakakak...kan emang masih jamannya alay nind :-D

@ bunavita : gatel tenggorokannya yh mbak bunga ?, hehe :-D