mencarimu di dalam kamar

Aku melantang 
Ini temaram kutunjuk sebagai musim panen wajahmu kurasa 
Tiap pandang terjatuh, tersungkur tanpa ampun kutemukan kamu percuma 
Pada kusam dinding, langit-langit, reyot daun jendela, ketiak pintu, tumpukan novel-novel cengeng, hingga apapun yang sudah tersepuh hitam raya
Terdakwa indah atasmu senantiasa 

Ketika lengkung teduh di tepian bibir bergincu itu terbit 
Aku berujar dalam relung pilunya malam

"Kelak, aku akan menemukanmu sekali lagi." 


Lalu, malam, bulan, bintang pun aku semakin terjatuh 
Padamu tanpa mengenal titik 

Hingga 


2 komentar:

Noveni As'ad mengatakan...

semangaaattt ndri.. gw yakin kelak lu akan menemukannya sekali lagi>> ^_^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ noveni : hehehe...ini bukan tentang gw ven, sekedar lg belajar bikin cerita fiksi ajh...^_^