di ayodya, aku terselamatkan

Aku di jalan kini di taman, Ayodya tepatnya 
Saban hari mengobral nafas sembarang
Mencarimu tanpa sadar merangkak di ketiak petang
Hingga renta hitam mengental langit percuma tergelincir

Sewaktu diri berkali-kali terhisap taring penat
Kuyup bersimbah kecut peluh pun roboh sejajar pusara hari dengan nama-nama berbeda pula
Perlahan dalam lubuk teguhku kamu meredup 

Kejam sekarat, digusur lain betina tanpa ampun

Sejak itu, aku terselamatkan 

 



10 komentar:

Retno Novitha S mengatakan...

Indah tulisannya...

exort mengatakan...

ini tentang sunset kan?

Fairysha mengatakan...

hmm..ini tentang berpaling, ndri?
dan merasa bahagia dengan pilihannya?

hehehe....^_^

Noveni As'ad mengatakan...

ck ck ck mulai tergusur si betina oleh betina lain...ha.ha..

sajak pagi mengatakan...

kereeeeeeeeennnnnnnnnnnnnn........

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ retno : terima kasih retno utk pujiannya...^_^

@ exort : hehehe...bukan bro, ini tentang betina lagi ^_^

@ fairysha : hehehe...lebih tepatnya tentang penantian dan penemuan cinta baru cha...^_^

@ noveni : hahaha...menurut cerita sih begitu ven, tp lau tau kan "just fiktif" ^_^

@ sajak pagi : hehehe...terima kasih mbak utk pujiannya ^_^

kosong mengatakan...

seperti biasanya, bait2mu selalu 'dalam', tapi kali ini memang berbeda. it's like a simple thing but complicated, or maybe a complicated thing but u just realize that how so simple it is to be go out or run from that thing. selamat buat para pemelihara kenangan, artinya kita tetap 'menoleh' sebelum melanjutkan 'perjalanan'.

Senja mengatakan...

sama-sama sayang :p

akhirnya sampai dirumah virtual shbtku, apa kabar pak guru ?
tidakkah kau sadari tulisanmu kian dalam dan indah ?

rindu tulisanmu,dan rindu sahabatku 'nope' juga....:(

soulful^^~ mengatakan...

mas Andri, ini ada award buat mas
http://laraspalupi.blogspot.com/2011/07/hello-blogger-im-back-again-d.html

silahkan diambil yaaa :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ kosong : dan seperti biasa komentar mbak halimah selalu berkesan, terutama pada bagian ; "selamat buat para pemelihara kenangan, artinya kita tetap 'menoleh' sebelum melanjutkan 'perjalanan'."...benar2 kata yg indah mbak...^_^

@ senja : ibu guruuuuu apa kabar ? kangeeennn....^_^

alhmdlh kbr saya baik bu, btw tulisan saya bisa seperti ini krn banyak belajar sm ibu jg kan...^_^

btw kpn yuk ketemuan sm nope jg...^_^

@ soulful : aduh laras terima kasih sangat2 yh...ok saya langsung meluncur ^_^