setangkup puisi rindu yang baru separuh selalu melolong akan namamu

Ini malam meski telah acak aksara terpilih belaka
Setangkup puisi rindu yang baru separuh selalu melolong akan namamu, indahmu seperti kemarin malam yang sudah-sudah

Sekiranya aku berpikir
Apakah kamu kiblat rinduku?

Pertanyaanku mengabur
Membentur dinding, bergema melanjak
Menuju bibirmu yang kini entah terenggut siapa


6 komentar:

soulful^^~ mengatakan...

sabar mas Andri, nanti kalo ada waktu lama, kangen2.nya boleh deh lama2 hehe. kangen pacar ya mas? :p

zasachi mengatakan...

ciyeee...
yg kangen2an hehehe

exort mengatakan...

begini nih kl jatuh cinta ama wanita malam
:D

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ soulfull : hihihi...udah nggak sabar nih ras, mau cpt2 ketemu...^_^ **puisi dan balasan komentar hanya sekedar fiktif belaka, apabila ada kesamaan tokoh, kisah, dan tempat, itu semua hanya kebetulan**

@ zasachi : hehehe...kan lg memasuki musim merindu za...^_^

@ exort : hahaha...selagi masih kisah fiktif, bolehlah dibilang begitu...^_^

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

cie ci.e....ehem..ehem...btw, lagunya jazz ni yeee

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ mbak fanny : hihihi...tadiny mau lagu dangdut, tp takut ntar semuanya pada joget lagi mbak...^_^