rindu belum sampai

Rembulan mengintip anak perawan semalam 
Tatkala pergi mengecup pantai 
Melarung rindu tersedu sedan sendirian

Tatapnya jauh
Terlontar hingga ke pekat kaki langit

Isak bersemi
Sebidang dada mangkir urung mendekat
Sungguh serba salah kala semusim tak habis menculik kekasih di negeri orang

"Monyet, gue kangen elo
kangen bohong elo yang rasa cokelat."

Gelincir ucapnya jatuh di rahang deru ombak
Menelan rindu yang belum sampai 

Hilang 










8 komentar:

Fairysha mengatakan...

biarkan rindumu menguap dan dibawa angin pergi atau lemparkan ia ke tepi samudra,,,mungkin di depan mata ia akan hilang, tapi nun jauh disana ia juga menanti rindumu sampai dihadapannya

*kali yah,,,^_^
dah kinclong lagi rumahnya ndri, abis goro ya?? :D

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ fairsyha : bukan rinduku, tapi rindunya cha. iya nanti kan ku himbau mengikuti saranmu. siapa tahu berhasil. doakan...^_^

iya kmrn hbs gotong royong cha, btw kok kamu dipanggilin pas di dpn rmh kok nggak keluar ?...^_^

Senandung Aksara Hati mengatakan...

nyet,, sejak kapan monyet lidahnya rasa coklat?, dah gak doyan pisang?.. xixixi..

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ senandung aksara hati : hahaha...kan udah 2011 mbak, makany monyet dh ngak doyan pisang...^_^

Fairysha mengatakan...

o iya,,kelupaan baca baris pertamanya, hehehe...udah tersihir dengan kata2 monyetnya... hahaha...^^

*kapan? hmm..mungkin cha lagi pergi menemui bulan, ndri.. aku sibuk bolak balik karenanya akhir2 ini.. ^_^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ fairysha : hahaha...kata2 monyet yg cukup ampuh ternyata...**terheran-heran**

* kmrn, pas hari minggu cha, saya manggilny...^_^

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

waduh kok monyet sih. hehee

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : hehehe...emg begitu panggilan sayangnya mbak...^_^