senjakala

Aku telah meninggalkan siang
Tergopoh-gopoh menuju petang dalam parade redup cahaya
Jingga meradang, meringis cakrawala disesap makhluk bersayap telaga belakang rumah

Pada langit aku bersabda,
"Ini rona langitnya, rona kesukaannya. S
enjakala."

Dan seperti biasa, suaraku tetap bertetanggakan sunyi
Sunyi yang dapat membaca pun mengetahui


9 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, senja yg indahkah?

Fairysha mengatakan...

walaupun kau memburu jingganya,,,
ia tak kan pernah ada disana lagi,,,,

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ mbak stroberi : iya mbak...sebuah senja yg "indah"...^_^

@ fairysha : iya, saya tau itu cha...^_^

Senandung Aksara Hati mengatakan...

mangkanya ke pasar biar gak sunyi... ^_^..

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ senandung aksara hati : hahaha...sudah mbak, tapi tetap saja, "sunyi"...^_^

Senja mengatakan...

membaca note ini seolah mendengar dia bicara,...

"ini langit kesukaanmu,senja... pada langit ini aku kerap memandang mu dan merinduimu"

beuhhh....jadi mellow membaca puisi2 indahmu pak....

teduh sekali disini...apalagi dgn alunan musik lembutnya :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ senja : hihihi...gitu yh ?,btw gimana nggak mellow bu, orang saya bisanya menulis yg mellow2 doank...hehehe...^_^

btw nulis estafet lg yuk bu guru !...^_^

rinz mengatakan...

Waaahhh.. Hampir semua tentang CINTA! pengen komen satu-satu, tapi malah nggak jadi soalnya keasikan baca. Hehehehehe.... Romantis sekali dan penyayang sekali penulis yang satu ini!

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ rinz : dibilang kyk gitu kaki saya langsung bermusuhan dgn bumi, terbang menuju langit...Ge-eR melanda yg sudah akut...^_^