kupakai lagi kata itu

Pada wihaya jemari malaikat usil menyentil
Muram masam, kantung tangis mulai berarak
Sekali sentuh kau pun dapati putik merintik
Ngambruk, rebah dari rahim ambuda

Di dalam kamar di balik jendela
Tatapmu lekat khusyuk teropong ujung jalan
Nelis nastiti, seluruh bayang hingga copot kutang

"Kamu, kapan pulang ?"

Cemasmu sebelum teruh

Menantiku hingga merah telingaku
Sampai-sampai ragaku kopong
Gemplung, di sini, namun tak bertuan

Dari pijakan aku berandai mampu melancong sekarang
Sudah pasti, telingamu kukalungkan bisik aksara warada
Mengaras kening melaju hingga terpetik kelopak bibir nan ranum

"Andai, lagi-lagi andai" 

Entah sudah berapa kali kumuntahkan kata itu
Bahkan untuk urusan semudah ini kuecap andai lagi
Lalu jika begini kapan yah aku sampai padamu?



6 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

hmm..mencoba memahami

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : pasti sekarang sudah paham...^_^

fanny mengatakan...

ambuda? kata apa ya? baru tahu...

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ fanny : bahasa sansekerta mbak, artinya awan...^_^

Michella mengatakan...

bukan kah kau sudah paham.... harus nya tak kau tanya, liat hatimu kembali ^_^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ shella : hatiku ingin melancong
dan sudah...
namun ragaku, belum...
atau memang tak akan pernah ???...^_^