menunggu tak kunjung

Pucat malam dengan perasaan tergadai
Oleh takjub aku tertelikung 

Suaramu benar lagi suaramu
Serupa hantu bak debur meriuh ternanti

Di ketiak karang aku pun beku merangkak abu-abu 

Menunggu tak kunjung hingga hati melenggang sembarang

Jika fajar esok sampai
Telinga mematung tak kesampaian
Memeluk bualan barang kali itu saja sudah cukup
Cukup, untuk aku menyusahkan aku


10 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ketiak karang? mantapa juga istilahnya

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : hihihi...ah biasa ajh mbak...

btw ajarin bikin tulisan kyk karya2 mbak dnk !, pengen bisa deh... ^_^

liat aku lalu jitak aku mengatakan...

wew... Te Oo Pe deh ....salutttttt. minta permen donkkk

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ kelly : trm ksh kell...tp kayanya msh Te Oo Pe karya2 km deh...^_^

nih permenny, mau rasa apa ?

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met malam aja. updateee.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ sang cerpenis : met pagi menjelang siang mbak...^_^

Senja mengatakan...

ada saat untuk menunggu,ada saat untuk berlalu....

*nice note pak..... ^^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ senja : setuju bgt bu guru...

dan ada saatnya untuk membuka sesuatu yg indah dari sebelumnya bahkan lebih...^_^

Michella mengatakan...

kau menunggu ?

mengapa ?
siapa ?
dimana ?

ah .... kau terlalu tak mengerti aku
pelukan bualan itu sudah sangat cukup
lebih dari cukup

jadi tak perlu risau dengan perasaan yg tergadai
aku ada diantara suaramu ^_^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ shella : iya aku menunggu, menunggu indah hadiah dari semesta. tapi jangan kau tanya aku menunggu di mana, karena aku buta akan peta...^_^

bgs bgt komentarny shell...^_^

trm ksh dh singgah...^_^