tentang kemarin malam

Jam pulang sudah melintas. Tinggalkan orbitnya ke pangkuan senja yang nampak telah gugur. Mati suri untuk sementara waktu.

Ah, ingin pulang tapi segan. Takut disuruh berbaris di dalam kaleng berjalan, berembun lalu tersihir bagai jemuran ikan semalam.

Huh, ingin apa masih meraba. Bingung tersangkut penat serasa tumbuh jerawat perdana.

Ingin sirna, semoga saja dihembusan lagu bocah-bocah mississauga, ontario, canada, "Pins and Needles by Billy Talent". Boleh juga untuk diputar sekali lagi. Sebuah tembang tanpa penelusuran terdalam. Hanya sok tau terbubuhi kebanyakan olehku. Tapi mengapa penatku belum dihabiskan oleh si burung hering? Apakah kurang busuk? Atau selera makan mereka tlah menukik tajam? Jauh dari kebiasaannya.

Ah, biarlah. Paling tidak sebentar lagi riangku kembali siuman. Sementara aku disibukan, sang waktupun sudah tak lagi mengendap-ngendap. Langkahnya pun dilontarkan sejauh mungkin menuju malam yang semakin matang.



2 komentar:

elok langita mengatakan...

izin follow back iaah. makashy :D

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ elok langita : sama2...btw ajarin bikin blog yg kyk km itu dnk !...^O^