the unintended

Aku ingin sekali mencium keningmu
Malam ini, seandainya bisa


Aku ingin sekali membelai parasmu
Malam ini, seandainya mungkin


Aku ingin sekali menghelat aroma tubuhmu
Malam ini, seandainya sanggup


Namun aku tak bisa menjangkaumu
Aku tak mungkin mendekatimu dan aku tak sanggup memelukmu
Karena kening, paras, dan aroma tubuhmu telah tertanam
Dan kau akan bergegas menuju surga




15 September 2009 jam 21:34 WIB
andri edisi terbatas on facebook

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Menjelajahi ku dia berjalan
Menelanjangi ku dia tertawa

Menelanjangi nya aku terbuka
Menjelajahi nya aku berjalan

Sepertinya dia menyukaiku
Tapi apakah ini
Sepertinya aku menyukainya
Tapi ini apa

Menghampiri jarak menyempit
Membukakan pintu hati
Mendatangkan perasaan suka
Menutupkan pintu curiga

Tapi jarak itu ada
Sehari hanya terbuka
Tapi pikaran ini sisanya
Hadir seperti selamanya

Perasaan kala sendiri
Menyelubungi tanpa kompromi
Bersama saling mengisi
Waktu singkat memang cuma ini

Hari ini aku bahagia
Dia disisi bersama
Mengisi membagi hari berdua
Memecahkan rindu yang ada

Yakinkan aku tidak bermimpi
Dia memang hadir disini
Jauh datang menghampiri
Apakah itu bukan bukti

Sementara aku diam
Sementara aku curiga
Melewati satu malam
Melewati semua rasa

Maafkan karena semua
Menyinggung hati terluka
Mencari fakta entah apa
Siapa tahu kamu lupa

Hahahahahahahahha
Kuteriakan suara terdalam
Kubisikan waktu yang diam
Melalui dinginnya malam

Me who love to write and read..

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ anonim : wow...indah sekali puisinya, angkat topi, salut saya terhdp karya anda...^_^

btw trm ksh sdh berkunjung, lain kali dtng lg yh...^_^