titik dan koma

Kau adalah titik dan aku adalah koma
Kau sebagai titik, penyanjung sesuatu yang pasti, berwujud dan nyata
Aku sebagai koma, penikmat kata-kata seandainya, selanjutnya, dan mungkin

Kau sebagai titik, mencari sesuatu untuk mengakhiri dan menyelesaikan
Aku sebagai koma, mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi

Kau sebagai titik, tidak memberi ampun untuk segala bentuk penghianatan
Aku sebagai koma, memberi kesempatan, untuk sebuah kata maaf sederhana sekalipun


Kau tercipta sebagai titik dan aku tercipta sebagai koma

Lalu akankah kita dapat bersanding hidup berdampingan?
Jawabnya sepertinya tak penting lagi, seperti tak pentingnya pertanyaan ini

Sudah diketahui kita tak akan bersama jadi tak perlu lagi diperdebatkan
Biarlah kita hanya saling mengkagumi setiap kelebihan dan kekurangan kita masing-masing, tanpa perlu saling memiliki 

Karena kita ditakdirkan tanpa berhak memiliki satu sama lain dan kita tercipta hanya untuk saling menyempurnakan tujuan mereka
Terus bahagiakanlah mereka, pihak-pihak yang diuntungkan dari kehadiran kita
Karena itu tujuan kita, walau terasa menyesakkan namun teruskanlah
Teruskanlah kau menjadi titik di kehidupanmu saat ini
Seperti aku yang takkan pernah beranjak dari koma
Dan jangan pernah kau sesali akan takdir ini
Seperti diriku yang tak sedikitpun menyesalinya

Mungkin sekarang kita belum berjodoh dan semoga nanti kita terlahir kembali
Bukan sebagai titik bukan sebagai koma.




29 April 2009 jam 23:14 WIBandri edisi terbatas on facebook

2 komentar:

Noveni As'ad mengatakan...

untung gak ada tanda tanya dan tanda seru... ha..ha.. keren sobat ^_^

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ noveni : tadinya ada ven, cm takut kebanyakan postingnya...^_^