sudah cukup

Di atas semua waktu ini, aku berjalan dari timur mengikuti arah beranjaknya dirimu. Melewati sepanjang jalan yang berkerikil, Menyeberangi semua jeram yang bercula, Mengarungi murkanya badai di tengah samudera, Menundukkan setiap puncak yang bermahkota. Tetapi, aku tetap saja hanya mengikuti. Sampai kau tertelan di sebelah barat dan aku mencarinya.

Mengapa kau berlalu begitu cepat, sampai diriku memaksa untuk berlari, dan berlari secepat mungkin. Layaknya kilat yang menyelinap. Berhentilah sejenak! Tunggulah aku di tempat yang ku tunjuk itu. Karena aku lumpuh dan sekarat sekarang. Tak mampu mengangkat sebuah beban di topanganku.


Tetapi setelah di saat ku meminta. Kau hanya terdiam dan berlalu sambil memandangiku. Tidak sekali melainkan berulang-ulang. Dan aku pahami kau memang harus berjalan. Karena kehadiranmu hanya kebetulan. Dari sebuah janji yang telah bertuliskan sebelumnya.


Matahari yang kukejar. Matahari yang tak terdapatkan. Matahari yang menghadiahkan. Untukku sinar ini sudah cukup.





19 Februari 2009 jam 21:22 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: