sia-sia

Ketika hujan dan terik menyapa kau mendekatiku 
Berteduh pada keberadaanku
Tak perduli, apakah kau telah mengotori lantaiku atau tidak

Bahkan binar-binar kebahagiaan pernah tumbuh dan merekah disini
Begitu pula dengan guguran kesedihan yang kemarin terangkum
Tumpah ruah menjemput simpatikku

Entah apa yang membuatku mampu menerima keberadaanmu
Entah apa yang membuatku mampu membujuk diriku sendiri
Untuk segera melepas pembalut luka di hati

Mungkin karena semilir nafasmu yang telah menidurkan logikaku
Membisikkan untaian harapan
Menyamarkan kabut keraguan yang kemarin membumbung ciptakan sesak

Namun kini
Setelah aku mulai terbiasa menjamu dirimu di hari-hariku
Kau memilih untuk menobatkanku hanya sebagai peristirahatan sementaramu saja

Yang setelah berakhirnya terik dan hujan
Kau akan pergi meninggalkanku tanpa mengecap, satu patah kata pun
Melanjutkan ketidak jelasan pencarianmu hingga jauh, menuju sembarang arah




15 Juli 2009 jam 12:58 WIBandri edisi terbatas on facebook

2 komentar:

rinibee mengatakan...

mohon ijin saya pakai gambarnya ya.. :)

makasih..


salam kenal, nice blog.. :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ rinibee : oh..pakai ajh mbak, lg pula saya jg boleh ngambil dari google kok...^_^

btw blog mbak juga nice, apalg postingan2nya...^_^

terima kasih yh sdh berkunjung...^_^