sekelumit cerita

Kala rintik hujan mulai berjatuhan, mengenai kepala kita yang saat itu tak terselamati oleh apapun. Kau sempat menguraikan beberapa pertanyaan, yang entah dari mana datangnya. Apakah dari hatimu yang masih ragu terhadapku? Atau memang rasa keingin tahuanmu yang begitu besar? Bahkan sangat begitu besarnya sampai melebihi ukuran gunung terbesar di jagad ini. Dan kau pun melemparkan tanya kepadaku,

“Sayangku apakah kamu benar-benar tulus mencintaiku? Dan akan selalu setia berada terus di sampingku? Di saat diriku senang dan sedih?”.


Seusai kau bertanya seperti itu, aku hanya terdiam. Sungguh aku tak berani mengeluarkan sepatah kata dari mulutku ini. Walau beribu-ribu kata-kata terindah sudah tersusun rapi di dalam otakku. Namun aku tetap saja terdiam, selayaknya arca-arca pemujaan. Sebenarnya jika aku ingin menjawab, aku cukup menarik pelatuknya saja. Kemudian dengan sigapnya ribuan kata-kata indahku akan sanggup memberondong, semua pertanyaanmu yang tak penting itu. Hanya saja untuk kali ini, aku tak mau melakukannya untukmu. Lalu, dari keterdiaman diriku. Raut wajahmu mulai beranjak pergi meninggalkanku. Pergi entah kemana, membawa segenap semua tatapan indahmu. Kemudian lirih suaramu terdengar sangat memilu,

“Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku? Mengapa kau diam? Apakah sesulit itukah untuk kau jawab? Atau memang kau?”.


Sebelum kau benar-benar menyelesaikan sebuah pertanyaan terbarumu itu. Aku dengan cekatan langsung mengkomandokan telunjukku. Tepat ke arah bibir mungilmu, untuk segera menutup laju semua pertanyaanmu. Lalu kemudian aku menjawabnya, disertai tatapan teduh mataku,

“Tolong hentikan sayangku bukannya aku tak ingin menjawab semua pertanyaanmu, hanya saja aku tak mau bermain dengan kata-kata. Karena jika aku melakukannya, aku takut pada akhirnya nanti, aku tak dapat menepati semuanya itu. Jujur walau kau tak memintanya sekalipun. Aku akan melakukan semuanya untukmu. Mencintaimu...dan setia terhadapmu. Hanya saja untuk kali ini izinkan aku untuk membuktikan semuanya tanpa perlu campur tangan kata-kata indahku. Karena aku takut pada akhirnya nanti, semua kata-kata indahku akan bermuara menjadi janji. Sungguh aku tak menginginkan itu terjadi. Karena aku hanya ingin menunjukkan semuanya, hanya lewat pembuktian sikapku saja. Dan kuharap, cukuplah kau mendampingiku tanpa perlu banyak bertanya. Karena menurutku sebuah pembuktian sikap, jauh lebih penting dari pada hanya menghadiahimu dengan sebuah jawaban-jawaban indah.”


Setelah kau menangkap semua ucapanku, dahimu mengerut, serta sorot tatapanmu menerawang jauh ke dalam mataku. Seakan-akan dirimu penasaran, lalu kau berusaha menggalinya kembali. Berusaha mengkais-kais kejujuranku, apakah semua itu tulus aku ucapkan atau tidak. Lalu perlahan air matamu meleleh, menuruni lekukan wajah ovalmu. Sepertinya, kau benar-benar larut dalam situasi ini, yang sebenarnya aku paling benci melihatmu seperti ini. Lalu dengan tenangnya aku peluk dirimu, dan mengatakan,

“Begini saja kita lihat saja nanti, Siapa yang paling akhir berdiri disini. Berdiri paling setia pada hubungan ini. Dan bila pada akhirnya nanti…orang itu adalah aku, ku harap kau tak perlu lagi bertanya seperti ini. Sekarang berhentilah menangis sayangku.”

Seiring ucapanku tadi, kau kembali tersenyum menatapku. Sepertinya ucapanku tadi telah berhasil, menghadirkan sebuah pelangi untukmu. Sebuah pelangi yang nampak sangat begitu indah di hatimu. Lalu seiring sesenggukkan tangismu, kau pun berkata,

“Maafkan aku atas semua pertanyaan bodohku tadi, aku kini percaya bahwa kau benar-benar mencintaiku dengan tulus. Semoga saja aku juga dapat melakukannya sepertimu, berdiri paling akhir berdiri paling setia pada hubungan ini. Semoga saja kau memang jodohku, namun seandainya tidak, kau akan selalu tetap menjadi kekasih terbaikku, yang pernah aku miliki, di sepanjang hidupku.”




25 Mei 2009 jam 13:03 WIB
andri edisi terabatas on facebook

2 komentar:

Noveni As'ad mengatakan...

kok gw merinding baca ini Ndri.. ^_^ lovely notes..

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ noveni : itu kisah gw dgn mantan gw yg sering gw ceritakan itu ven...dan lau taukan akhir ceritanya seperti apa...^_^