sebatas lirih saja

Aku meminta kepadamu, dan hanya kepadamu. Duduklah di sini, di dekatku sebentar. Untuk delapan menit ini, dengarkanlah aku! Ijinkan aku memeluk kesetiaan untuk ku simpan selamanya. Di sini akan selalu ku tanamkan, apa yang pernah terucap, terdengar, dan tersentuh.

Kesungguhan kala itu anggaplah benar adanya, karena aku menginginkanmu melebihi manusia lain yang menginginkanmu. Seandainya bisa dan mungkin, ingin sekali aku hancurkan semua pengingat waktu di dunia ini. Agar siang tetap slalu siang tanpa malam tanpa keheningan.
Seandainya bisa, ingin aku lukiskan langit dengan air mataku. Menorehkannya dengan ketulusan. Tanpa iring-iringan pamrih. Karena menurutku dirimu pagi terindah dari pagi-pagi sebelumnya.
Oh, waktu yang tak pernah memihakku, bahkan kali ini kau tetap sama. Mengapa harus aku, bukan dia, atau mereka. Mengapa harus aku? Yang menyerahkan mimpi dan harapanku untuk mereka. Adilkah untuk semua ini? Hingga saat ini aku masih mempertanyakannya.




10 Maret 2009 jam 17:55 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: