permintaan

Maafkan aku, mungkin yang kini sempat terucap dalam diriku yang tak ingin dirimu lelap dalam indahnya malam yang mungkin membawamu terbuai oleh pelukan sang bintang.

Maafkan aku, mungkin yang kini sempat terucap karena diriku yang datang mencoba singkapkan selimut hangatmu, sinar temarammu, dan semua tentang alur mimpimu untuk temani diriku bersama kepak sayapku yang sedari sore tadi mulai kuarahkan kepadamu.

Terbanglah bersamaku! Terbanglah dalam kerapuhan sayap-sayapku. Turuti kemana arah angin ini akan menghempas. Turuti sebelum kita benar-benar binasa bersama cahaya yang mulai meredup ini. Turuti dan hanya untuk kali ini saja. Karena esok, entahlah.



06 Oktober 2009 jam 20:58 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: