seperti benar katamu

Sepertinya benar katamu. Diriku sepatutnya mulai menjemput para senyumanku kembali yang sejak hari kemarin tergantung di langit luas. Mulai meranum dan sebagian darinya bersiap berguguran ke bumi menemui diriku. Menyertakan esok yang tersulamkan oleh harapan. 

Sepertinya benar katamu. Diriku selayaknya mulai mencerahkan hatiku sendiri. Menyibakan tirainya dan membuka jendela hati lebar-lebar agar cahaya mentari dapat meluluhkan kebekuan ini. Agar ratusan aroma bunga-bunga yang bermandikan embun dapat merasuki penciumanku serta memberiku relaksasi. Semoga saja mampu menikam udara pengap ini yang semenjak kepergiannya, ku biarkan berkembang biak dengan leluasa. 

Sepertinya benar katamu. Diriku tak sepantasnya terlarut sedemikian rupa. Meratapi pelangi yang terhapus oleh datangnya sang malam dan merengek-rengek kepadanya, agar lekas mengembalikkan pelangi kepadaku. Walau sang malam telah merayuku dengan pesona purnama dan gugusan para bintangnya. Namun tetap saja tak mampu membujuk diriku untuk segera menanggalkan kesedihanku. 

Namun kini sepertinya benar katamu dan untuk kali ini, kata-katamu sepertinya benar: Bahwa kebahagianku harus ku raih kembali! Secepatnya, selekasnya, sebelum aku, benar-benar menutup mata. Selamanya.



18 Juni 2009 jam 8:29 WIB
andri edisi terbatas on facebook

2 komentar:

stroberi mengatakan...

yup, raihlah kebahagiaanmu....

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ mbak stroberi : iya trm ksh mbak...pasti selalu semangat...^_^