ketika shinta tak memilih rama

Di sebuah malam yang terakhir, Rama pernah bertanya kepada shinta,
"Jika yang terbaik tak menjadi sebuah pilihanLalu apa lagi yang kau cari di dunia ini?Apakah ungkapan itu hanya sebuah klise untuk aku dengan mengatakan bahwa aku adalah yang terbaik dari yang sudah pernah ada sebelumnya? Jika yang terbaik tak terpilih menjadi seorang pemenang. Lalu untuk apa aku berlari mengitari separuh bumi Apakah hanya untuk membiarkan setiap tetes keringatku terbuang percuma dan menjadikanku mati lemas seperti ini? Atau memang ada rencana lain yang kau sembunyikan dariku?" 

Lalu didalam sendunya, Shinta menjawab,
"Maafkan aku rama aku tak bisa menjawab pertanyaanmuBiar engkau saja yang mengartikan arti ucapanku, apakah klise atau bukan. Jika menurutmu klise biarlah ucapanku itu terlahir menjadi sebuah klise. Jika menurutmu bukan, izinkan aku mengucapkannya kembali. Sebelum kita terpisahkan oleh hilangnya malam kali ini. Jujur aku sangat senang untuk mengucapkannya. Kendati aku sadar dengan mengucapkannya aku mungkin akan mengkoyak-koyak hatimu pada akhirnya, karena seperti kau ketahui ketika di awal. Aku hanya bisa mencintaimu namun tak bisa memilihmu karena aku terlahir bersama simbol-simbol kekolotan bangsaku. Namun bersamamu di hari-hari kemarin merupakan hadiah terindah dari Tuhan untuk aku. Di mana disetiap detik aku diperkenalkan olehmu tentang bagaimana mengenakan atribut kedewasaan. Mempelajari bagaimana membujuk kekanak-kanakanku yang terkadang begitu liarnya meracuni usiaku. Namun di tanganmu, keliaran itu begitu mudah untuk dijinakkan begitu mudah untuk ditenangkan dan sekarang aku meminta kepadamu. Relakanlah aku pergi rama, relakanlah karena aku tak sepertimu yang dengan bebasnya berlari bersama mimpi di kala terlelap lalu mewujudkannya di kala terjaga. Karena aku hanyalah aku seorang Shinta yang terlahir bersama simbol-simbol kekolotan bangsaku. Untuk itu maafkanlah aku Rama!"




16 Oktober 2009 jam 21:46 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: