ketika rindu-rindu berkecamuk

Ketika rindu-rindu berkecamuk
Apakah aku mampu untuk meniduri setiap kegelisahanku yang hadir sesudahnya
Seperti kegelisahan butiran debu akan tibanya anak-anak hujan
Memintanya untuk segera membasuhnya, mensucikannya 


Ketika rindu-rindu berkecamuk
Apakah aku sanggup untuk melucuti setiap helai kepiluanku yang menyerang malamku dengan kabutnya
Seperti kepiluan seorang biduan dengan suara nan merdu yang berharap dinikmati suaranya oleh para sang tuli


Ketika rindu-rindu berkecamuk
Apakah aku bisa untuk meracuni setiap keresahanku yang menjelma pada awan kelam di tepian senjaku
Seperti keresahan pelukis buta bersama kuas serta cat minyaknya
Berusaha menerjemahkan khayalan dalam selembar kanvasnya


Ketika rindu-rindu berkecamuk
Apakah aku masih layak untuk mengamini setiap doa-doa yang kusematkan di sudut-sudut langitku
Seperti doa-doa adam terdahulu ketika pertama kali menjejakkan kaki di bumi
Meminta lekas dipertemukan-Nya kepada kekasih yang bernama Hawa


Dan ketika rindu-rindu berkecamuk
Kupastikan semua itu terjadi karena rindu diriku terhadap dirimu yang tak terbendung
Dan di manakah dirimu, pemilik segala kerinduan ini bersemayam?

Mendekatlah, temui aku, usah sembunyi!
Beri aku sedikit penawar untuk jiwaku yang sedang berteman dengan dahaga
Untuk jiwaku yang sedang berteman dengan sayatan sembilu




21 Oktober 2009 jam 13:02 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: