keraguan di kala senja

Senja yang tetap jingga
Menapakiku di atas lirih langkahku
Menuntunku memasuki gerbang kehampaan

Asa telah sirna seiring bertiupnya angin utara
Meluluhkan tunas-tunas cita yang baru merentas
Dan aku terkikis di sini terkoyak oleh cakaran waktu

Menyakitkan untuk ratusan rindu yang tak pernah tersentuh
Dan di manakah akhir dari perjalananku ini?
Karena aku cukup lama tersesat di luasnya cakrawala-Mu

Jawablah wahai pemilik seluruh kehidupanku
Aku letih setelah menguras tangis yang tak pantas
Menjadikannya benua harapan untuk pemandian suci

Tolonglah aku untuk ratusan doa yang selalu sama
Jawablah dengan singkat
Satu nama yang KAU anugerahkan itu

Jujur aku ingin secepatnya larut
Karena aku letih rasanya membiarkan hati
Menunggu kau, dia, dan mereka

Kemudian senja segera berpulang
Menidurkan kembali anak-anak cahaya
Dan aku masih di sini merasakan keraguan




05 Maret 2009 jam 14:52 WIB
andri edisi terbatas on facebook

2 komentar:

senja mengatakan...

ada yg pernah mengatakan bahwa senja selalu menghadirkan keraguan.

ragu untuk melangkah...
ragu untuk merasa...
mungkinkah karena senja berada pada batas siang menjadi gelap ?

mungkinkah karena senja,...hadir sekejap,sebelum terjawab dia tlah lenyap....

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ senja : hmmm...mungkin aku sependapat dengan jawaban yg paling bungsu bu. " hadir sekejap, sebelum terjawab, dia telah lenyap..."
namun kendati esok usia diperkenankan, bercumbu dgn senyuman senja kembali, ku rasa keraguan akan seterusnya mengekor...ah bicara aku ini semakin mendekatkan dengan sosok yg tak boleh disebut namanya itu...

* nice comment bu guru...trm ksh dh mau singgah...hehehe...