kelak aku akan sepertimu

Aku beserta diriku, masih setia di sini. Menghafal setiap detik-detik keberadaanmu lalu menceritakannya kepada setiap manusia yang aku temui bahwa kau makhluk yang layak untuk aku, bersanding denganku bersama menjalani nikmatnya hidup dan berulang kali aku mengatakannya demikian hingga banyak dari kalian mengatakan aku bodoh. Layaknya menunggu hujan lebat di tengah gurun nan gersang yang jika ia turun aku beranggapan mampu menghanyutkan butiran-butiran pasir lalu mengubahnya menjadi lautan yang serba biru serba luas adanya. Namun semua kekonyolanku itu lambat laun mulai beranjak dari tahtanya setelah aku tersadarkan oleh semilir angin yang kemarin menerbangkan sepenggal cerita tentangmu yang telah menemukan kembali seutas senyuman dan beberapa helai keceriaan di sana. Bahkan tangisan liarmu, kini mulai terbiasa dijinakan oleh pelukan darinya. Lalu ada apa denganku? Mengapa aku masih tertatih-tatih di sini melanjutkan sisa-sisa perjalananku sembari menoleh kebelakang, lagi dan lagi. Namun aku berjanji, kelak suatu hari nanti, aku akan sepertimu. Menemukan kembali senyumanku, lalu tersenyum lepas dan melupakanmu, selamanya.




04 Agustus 2009 jam 19:52 WIB
andri edisi terbatas on facebook

4 komentar:

Anonim mengatakan...

gw banget..

ni yg kmrn message di FB.
mellow banget kata2nya brad..
bikit sakit :'(

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ anonim : ini mas yehuda yh ?

haha...emang nulisny jg pas lg sakit bro...

trm ksh dh mo mampir ke blog gw...btw alamat blog lau apa bro ???

Noveni As'ad mengatakan...

Andri.. aku selalu merinding baca puisi2 kamu.. tapi yang ini merinding sedikit menangis... keren banget. ^_^
boleh kan beberapa puisimu ini aku posting di blok ku?

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ noveni : terima kasih ven...btw tulisan2 km juga keren2, ingin rasanya bisa menulis seperti kamu...^_^

boleh banget ven...dengan senang hati, klo km mau memostingnya...^_^