kali ini kau

Kali ini mungkin kau selayak rembulan di taman malam yang sempurna. Ditumbuhi ribuan bintang yang mulai merekah dan tumbuh subur pada sekeliling pijakanmu. Satu persatu para bintang itu mulai memancarkan kilauannya. Ada yang redup cahayanya, bahkan ada pula yang sangat menyilaukan. Dan kali ini, semuanya tampil dalam waktu yang bersamaan. Sepertinya para bintang itu mulai mengerti, bahwa kau sosok rembulan yang dimuliakan dalam purnama. Sosok yang diperebutkan, karena mereka ingin segera memenangkanmu. Lalu, siapakah bintang dari ribuan bintang itu. Yang layak kau ikut sertakan di malammu selanjutnya?

Kau merupakan bintang yang redup cahayanya, atau yang menyilaukan? Tanyamu kepadaku.

Diriku adalah yang redup, Jawabku sertai anggukanku.


Kemudian dirimu bertanya kembali kepadaku, dan kali ini dengan raut yang serius.


Mengapa kau berada di sini?, jika dirimu hanya menjadi sebuah bintang yang redup cahayanya?


Aku menjawab: Itulah aku beserta salah satu sisi kekuranganku, mungkin kau tidak akan pernah mengerti, namun menurutku…untuk apa aku menjadi bintang yang cahayanya menyilaukan, kalau pada akhirnya nanti cahayaku akan redup pula. Bukankah lebih baik kau melihat cahayaku redup sekarang dari pada nanti? bukankah itu yang lebih baik kau ketahui sekarang? mengetahui sisi kekuranganku mulai dari sekarang! Lalu setelah aku katakan ini kepadamu, akankah dirimu memilih aku, beserta seluruh redup cahayaku?

Seusai mendengarnya, kau tersenyum lalu berkata kepadaku: Terima kasih atas penjelasanmu, yang jelas aku akan mempertimbangkanmu, untuk ku jadikan kandidat pendamping diriku di malam-malam selanjutnya. Sekarang izinkan aku bertanya kepada Sang Pemilik diriku ini, siapakah yang paling pantas untuk diriku, semoga saja, jawabannya adalah kamu beserta redup cahayamu itu.




11 Juni 2009 jam 13:18 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: