dan kemudian

Semenjak cahaya temaram menghiasi
Segala bentuk senyum kusembunyikan
Dari pandanganmu yang mampu membiusku
Dari pandanganmu yang mampu menghempasku

Dan kemudian
Setiap kata yang terucap, setiap helai yang tertancap
Dalam balutan indah, di setiap raga yang terjamah
Raga yang teramat kokoh, namun rapuh di dalamnya
Menunggu dirimu untuk selamatkan pelitaku

Dan kemudian
Terangi setiap sudut-sudut hati, jelajahi hamparan rinduku
Tak akan lelah ku berharap, menyemai kasih bersamaku
Menuai butiran sejuta harapan,yang ku sebar di taman hatimu
Berwarna indah berkilauan, selayak mutiara yang tertimbun di dasar samudera

Dan kemudian
Jangan memintaku menghitung barisan rinduku padamu
Seumpama udara, ku hirup senantiasa, seumpama langit, menjadi atap hidup jiwaku
Biarkan aku bertahan pada kebodohanku, menapik karya surga pelipur lara yang ditawarkan langit biru kepadaku
Biarkan aku mengemban rindu, kendati letih merajai sudah

Dan kemudian
Ku hanya punya hati untuk kau diami, tempat kau labuhkan gundah
Hati yang lapang untuk kau bersandar
Hati yang hangat saat hujan menggigilkan kalbumu


Dan kemudian
Aku termangu di depanmu
Menatap keindahanmu yang terpancar disetiap kata-katamu
Aku tak kuasa menahan diriku 


Dan kemudian
Berjanjilah padaku seperti janji sang angin yang berhembus menghadirkan kesejukkan
Seperti janji sang surya, setia memberikan kehangatan


Temui aku dalam pelataran kasih, tinggalah selamanya
Mungkinkah janji itu akan tersemai, menghampiriku seperti butiran-butiran hujan di sore ini
Membasuhku dengan belaian lembut, menyejukan anak-anak kerinduan yang mulai galau


Dan kemudian, usai sudah untuk kisah ini 




note :
Terima kasih yang sebesar-besarnya,…
Kepada teman-temanku (Lusiana Herawati, Irma Susanti, dan D Feni Cm Aprilia) yang telah merelakan beberapa buah kata-kata terindahnya.


29 April 2009 jam 23:08 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: