cukuplah sudah

Hari ini memang tak seperti hari kemarin, saat kau masih di sini, saat senyum dan tangis itu tercipta. Saat semua sore yang selalu ingin kita santap habis bersama dan saat semua malam yang selalu ingin kita usir karena kita tak ingin lama-lama terpisahkan. Namun sayang, hari ini bukan hari kemarin. Sudah tak ada lagi sosok manja yang terbiasa memanggilku dengan sebutan: beib, honey, yank, bahkan cinta.

Sudah tak ada lagi sosok egois yang terbiasa memusingkanku dengan sifat kekanak-kanakannya. Semua telah pergi terhembus angin entah kemanaKe timurkah? Barat? Selatan? Atau utara? Aku pun tak tau dan sepertinya kau pun sendiri tak ingin diketahui keberadaannya. Bahkan sang matahari pun, kaularang untuk menerangimu. Mungkin kau takut akan cahayanya yang nantinya dapat membawaku menemukanmu. Apa salahku hingga membuatmu begitu bersemangat membangunkan para penghuni rawa untuk segera bermuhnajat. Meminta sekumpulan awan hitam untuk segera meracuni taman langit memaksa para malaikat untuk segera menanggalkan selimut birunya. Mengubahnya dengan warna-warna kusam dan kelam. Apakah cara yang seperti ini yang kau pilih untuk mengucapkan selamat tinggal kepadaku?

Apakah cara yang seperti ini yang kau pilih untuk menyapa semua kesetiaanku kepadamu? Jika benar adanya, kupersilahkan dirimu untuk terbenamLalu setelah aku membiarkan diriku terhenyak sesaat terbuai oleh mimpi kemarin yang tak pernah kunjung usai. Aku beserta diriku menyadari, bahwa aku manusia yang sangat kejam. Manusia yang dengan teganya menyiksa diriku sendiri dengan cambuk kenangan yang sejak kemarin ku biarkan mencabik-cabikku.

“Cukup kataku” Begitulah teriakanku yang terdengar di kala sore ituLalu ku biarkan suara itu menggema pada hatiku yang kosong. Memantul ke kiri, ke kanan, ke atas, dan ke bawah sudut-sudut hati yang melapuk. Lalu aku bangkit dari lamunanku, kutatap langit dengan kepalan tangan di dadaku.


Aku berkata, “Cukuplah sudah aku mengenangmu. Cukuplah, sudah.”



26 Mei 2009 jam 17:36 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: