berpikirlah sejenak

Berpikirlah sejenak wahai ombak besar dan kecil yang menghantamkan deburnya di setiap hari, di setiap waktu kepada sebongkah karang di tepi pantai
Pernahkah terlintas dibenakmu, seandainya karang itu adalah kau
Sekiranya, akankah kau mampu tetap berpijak di sini tanpa bergeser sekalipun

Berpikirlah sejenak wahai angin ribut berjubahkan badai yang mengirimkan ribuan tangan-tangannya untuk menumbangkan setiap perlawanan batang-batang pohon tertua di tengah hutan
Pernahkah terlintas dibenakmu, seandainya batang-batang pohon itu adalah kau
Sekiranya, akankah kau mampu tetap mempertahankan ratusan daun serta rantingnya, tanpa terpisah sekalipun


Berpikirlah sejenak wahai terik penguasa siang hari yang menghukum lalu membakar ratusan harapan doa-doa tulus seorang musafir di tengah gurun tak bertuan
Pernahkah terlintas dibenakmu, seandainya musafir itu adalah kau
Sekiranya, akankah kau mampu tetap melangkah kendati dahaga telah membuat sekarat sekalipun 


Berpikirlah sejenak wahai makhluk yang masih memiliki nurani

Berpikirlah sejenak wahai makhluk yang masih terkasihi

Berpikirlah sejenak, sebelum aku benar-benar mentiadakanmu dari hati



22 Oktober 2009 jam 12:50 WIB
andri edisi terbatas on facebook

0 komentar: