biru

untuk Yusuf Sahabi Qadar

adalah langit bergaun pantai itu
kangenmu selepas mandi 
untuk menemui penggalan tempat 
yang mengalir indah 
luas nan teduh 
yang membawa ingatan tentang cukup 
awan berarak juga firasat burung besi 
berjalan tenang di atas rumah 
di mana sebelum waktu luruh tiba 
merayapi biru adalah kesenangan 
yang tak pernah selesai di kedua matamu 

janji

sore bernapas dan menguning
di dekat jendela tumpukan rempah
jam dinding menulis sejarah silau di antara gedung
menjamu pilihan-pilihan sibuk
dan berpijar pulang sebentar lagi

aku berpikir berangkat pukul lima tepat dari selatan
setengah jam sebelum timur melepas dirimu  
dan sepakat meletak matahari di ujung telaga
sedikit ke sebelah kiri dan mencucinya
di tempat yang mudah diselami oleh air matamu

o, demi segala penat punggung 
dan ujung jari kaki nanti
semoga roda-roda terus bergerak 
meski sumbang lagu turun naik silih berganti
dari tengah ciliwung hingga simpang kelapa dua
setidaknya itu bukanlah gangguan-gangguan yang serius  
untuk tiba dan membuka pintu lebih dahulu

aku janji!