hampir sore bersama morissey dan siouxsie

hampir pukul empat
sore setuju gerimis
di kursi itu cahaya bohlam 
masih berhantu
belum makan 
dan turun minum

dari loncat-loncat lalat buah
aku meraih lekas lekuk pinggang suaramu 
sibuk menangi seluruh detak jam 
pulang dengan kata-katamu yang bergelas kopi anggur
ringan dan tenang
manis dan mengayun

dan waktu memilih gagah sendiri
menikmati segala jatuh dan berlinang 
sepasang mata itu 
bertandang entah mendekap nyala dadaku 
atau menatap padam punggungku 
pada suatu hari kita 
begitu paling terharu 


calle mayor

adalah mekar ungu itu 
yang menyambutmu di jalan-jalan 
musim tumbuh bunga-bunga
dan langit biru bersenandung sejuk
sejarah gedung 
dan katerdal satu persatu 
diterjemahkan dari balkon 
dari siang hari 
dari kembalinya dirimu berbaju hangat
berkacamata hitam
menjadi asing orang-orang 
yang kini bertambah singgah
menumpahkan senyum 
belaka di bangku panjang
di tepi jalan
di tengah siang yang menyenangkan
dan sepanjang melangkah itu 
di jantung jendela matamu
rindu terlalu mudah ditemukan 
dan esok tiba pagi sekali