sore baru saja

sore baru saja melintas di seberang patung kuda
ruko dua lantai menyulam cahaya kuning
saling mengisi dinding yang hijau tua 
aroma kopi semerbak 
berangkat dari cerita cinta 
dan cita setiap hari

kali ini biar saja dibungkam 
sofa-sofa perusahaan dagang Swedia
yang di sebelahmu, tepat sejengkal 
kali pertama angin bersahaja 
harum malam telah meluruh kata

mengikat hitam rambutmu untuk seorang lelaki 
yang perlahan dari punggungnya 
indah mengulas kuning rembulan 
langit merkuri
rintik hujan
cahaya lampu
juga rindu itu 

lalu dalam seluruh mesra 
usah tanya mengapa 
biarlah dia renggut bahagia itu
membunuh masa paling sendu dirimu
sebagai hadirnya sang pahlawan  

kedai no. 45B

di kedai ini
dalam gelas botol setengah habis itu
sore tumbuh menyala malam 
dan berlalu 
meniadakan fana 
seberang jalan sebelah toko 
keok tertembak 
oleh jantung ungun suara-suara 
daun-daun muda berjatuhan

selamat!

biar segala mulut 
merdeka dari hewan berkaki empat  
romantis akan berbatang tembakau
di mana ujung lidah terus bergoyang
bersenang akan masa lalu yang hijau
menduga duka tak datang kapan lagi

lalu di antara pengalaman hujan 

yang sempat melahirkan sendiri
betapa laju kopi telah melaut 
larut manis berbuah dijauhi tebu 
juga kata-kata 
rindu dan cemburu

dan pertemuan-pertemuan 
yang belum melihatmu
hanya soal menunggu 
sebab singgah duduk sendiri
adalah kesalahan yang tak diperkenankan
datang ke tempat ini