04:45

untuk Boerhan Sulistyo

betapa telah pagi
jalan-jalan sudah ditempuh
sebelum malam habis 
dan kita sepakat pulang dalam kalimat-kalimat yang baik

hingga tiba pukul 04:45
detak mesin perekam jantungmu 
melaju datar dan tenang 
seperti wajah setu belakang rumah yang dingin 

lalu kesedihan jadi musim hujan yang diperebutkan
datang dan merangsek dadaku
tumpah di sepanjang mataku menemukanmu  

betapa sesak kangen ini belum cukup 
sepertinya memang tak pernah cukup

selamat jalan

22 juli

mendung beku
cuaca perlu sebentar membuka pintu
di sela sore hampir gelap menyala
dan ingatan pagi berlari-lari

hujan yang sejenak berbunga

kini merekat engkau
dalam dekap pejam sesekali
jauh seakan betapa
ku ingin merayakan engkau selamanya