hari minggu hujan tak pergi ke pantai

hari minggu 
hujan tak pergi ke pantai 
cuaca begitu hangat oleh kalian 
semenjak di atas meja 
waktu kamis habis bersenda gurau 
dengan berbotol-botol teh 
dan panggilan-panggilan 
yang tak terjawab itu

tebing curam
langit terus membiru
kilometer yang matahari 
membakar apa saja 
hingga tiba angin 
merangsek rok 
dan selendang perempuan 
dalam jantungku

lalu curi mencuri mata itu
adalah mantra ombak-ombak
yang menuju sore 
yang tenang
namun asin dan asing sekali 
rasanya untukku

nostalgia

awan tebal 
hampir menangis itu
adalah kapal-kapal berlayar di atas kepala
melaju lambat 
dan banyak sekali 

di kota berjubah abu-abu kini
tak ada luput jendela dari cahaya 
kaku dan murung
kedua mata itu 
hiruk pikuk bahasa yang kikuk
dan degup jantung gugup pertama kali 

lalu hujan luruh 
mengulang kembali perjalanannya
dari bandara dan stasiun kota
musium dan gedung bioskop
kenangan seperti membangun rumah
di mana aku akan memasukinya sekali lagi