22 juli

mendung beku
cuaca perlu sebentar membuka pintu
di sela sore hampir gelap menyala
dan ingatan pagi berlari-lari

hujan yang sejenak berbunga

kini merekat engkau
dalam dekap pejam sesekali
jauh seakan betapa
ku ingin merayakan engkau selamanya 

udara basah

cahaya kuning turun hujan
udara basah di flyover menuju rumahmu
yang gugup pertama kali adalah meninggikan detak kecupan-kecupan 
aroma kopi dan tembakau bertukar tubuh
berlumuran kilau lampu
penuh ungkapan-ungkapan baik
semacam sulap murahan yang selalu berhasil diingat
yang membuat kau tersenyum sebelum melangsungkan dansa hari kemarin 
kiri-kanan, kanan-kiri saling menginjak kaki
malam yang tinggi terus meninggi
bergugurlah bintang-bintang
bergugurlah