selamat jalan

hampir sore itu
burung besi pulang tinggi
hangat pelukmu berturut serta
di antara kumpulan selamat jalan
punggungmu yang perlahan
melaut biru
bernyanyi ombak 
tenggelam merah senja padaku  




mendung

pintu 
jendela 
terbuka 
terdengar menyusuri timur 
sore turun dari lantai dua   
sendu itu tiba terburu

tak ada merah gincu

tak ada ungu jalan rembulan
hanya detak jantung hati 
dipetik angin 
berguguran akan 
berbunga-bunga jambu

o, halaman parkir yang kosong

seperti merentang terang selamat datang 
seperti gelisah akan menunggu 
derap sepatumu 
bernyanyi memeluk 
rencana hujan